Thursday, January 11, 2018

Apa Kabar Masa Depan?


Beberapa hari ini, gue merasa terganggu dengan statement orang tentang hidup gue. Lah, dasar nya manusia zaman sekarang kebanyakan mengurusi hidup orang sampai-sampai dia lupa kalau hidup nya juga perlu dibenahi.

Gue kadang bingung dah, memang ada keuntungan yang bisa bikin hidup dia kaya misalnya dengan kepo sama hidup orang? Kan ga ada. Kenapa sih mindset manusia zaman sekarang terlalu ribet. Semakin canggih teknologi, semakin bertambah ilmu pengetahuan bukankah semestinya kita harus bisa lebih memilah hal yang kiranya bermanfaat atau cuma buang-buang waktu.

Kemarin-kemarin gue di kejutkan dengan statement yang menyatakan bahwa bekerja sebagai swasta atau wiraswasta akan punya masa depan yang ga jelas dibanding sama orang yang bekerja di negeri.  I mean, pegawai pemerintahan atau bekerja di tempat pemerintahan. Intinya yang punya tempat pemerintah lah ya. Pegawai negeri misalnya. Why?  people why? Kata siapa? Memang ada jaminan nya atau ada tolak ukurnya kalau ingin sukses dan punya masa depan cerah musti jadi pegawai negeri? Yang bikin aturan itu siapa? Ga ada.

Gue memang bukan pegawai pemerintahan atau pegawai negeri. Gue seorang pekerja swasta yang memang terlihat belum jelas sama sekitar. Gue memang tidak punya seragam atau pin, papan nama yang di tempel berjejer di seragam. Tapi, gue tetap seorang pekerja sama kaya mereka yang pake seragam. Gue pake tenaga gue buat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Gue pake otak gue disetiap pekerjaan yang gue kerjakan. Gue bangga setidaknya gue sudah bisa menghasilkan rupiah dari keringat gue sendiri, dari kemampuan gue sendiri. It's not Important thing to you to judge me or my job. Apa kabar sama masa depan lu? Udah lebih hebat daripada gue? Atau Udah lebih layak daripada hidup gue?

Gue merasa ga perlu menjelaskan apapun tentang diri gue, pekerjaan gue atau apapun sama semua orang. Toh, untung nya buat gue atau buat mereka apa? Ga ada. Jadi, buat kalian yang udah sibuk sekali mengurusi hidup gue. Terimakasih.

Bagi gue sukses atau masa depan yang cerah bukan dilihat dari pekerjaan kita dimana dan apa. Banyak orang diluar sana yang pekerjaan nya "semrawut", pekerjaan "kasar", tapi bisa menghidupi keluarga atau bisa mandiri dengan penghasilan yang tidak seberapa dari pekerjaan yang kadang di pandang sebelah mata sama sekitar.

Please! Jangan terlalu mendewakan pegawai pemerintahan atau pegawai negeri. Bukankah menjadi seorang swatsa atau wiraswasta pun kita masih bisa hidup mandiri?

Gue rasa apapun pekerjaan nya, ga ada yang salah. Selagi pekerjaan itu tidak merugika.n orang lain, halal. Sah-sah aja. Ga ada pekerjaan rendah atau lebih mulia. Semua nya sama. Tujuan nya pun sama. Ya, sama-sama menginginkan hasill yang bisa membahagiakan dan memuaskan dari setiap pekerjaan yang kita lakukan.

Ga usah jauh-jauh dah. Emak bapa gue bukan sarjana, bukan pegawai negeri. Mereka cuma seorang Wiraswasta yang penghasilan nya kadang ga menentu. Tapi, alhamdulillah mereka bisa menyekolahkan anak-anak nya sampe perguruan tinggi. Masih ada masalah dengan seorang swasta atau wiraswata?

Orang yang sukses dan ingin punya masa depan adalah orang yang tekun, cerdas dan pekerja keras. Terlepas dari siapa mereka, pekerjaan nya apa, lulusan mana. Itu ga penting.

So, yah. Dont judge book by its cover. Siapa sangka orang yang elu ragukan, yang elu pandang sebelah mata akan lebih sukses dari lu di kemudian hari. Mereka yang di pandang sebelah mata punya kekutan dan kegigihan lebih besar karena mereka merasa tidak ada yang boleh menganggap mereka rendah.

Okeh. Begitulah kiranya.