Wednesday, June 13, 2018

The Purpose of life

Menjadi seorang yang masih hidup mengikuti bagaimana arus yang sedang dibuat oleh Allah, gue banyak belajar bahwa arus hidup itu misterius, banyak kejutan, banyak jalan, asik. Meskipun terkadang adakalanya membosankan.

Sejak usia gue masih sebiji jagung sampai di titik  dimana gue udah banyak dipusingkan dengan pertanyaan “Kapan Nikah?”-gue masih belum mengerti sedang apakah gue? Mau jadi seperti apakah gue? Akan jadi sosok seperti apakah gue?

Mungkin karena hidup gue terlalu banyak di manage sama keinginan orang tua yang gue cuma musti manut dan melakukan apa yang harus dilakukan tanpa tahu apa yang sebenernya ingin gue lakukan. Mungkin gue agak terlambat di usia yang sudah seharusnya faham mau ngapain. Gue malah masih nyari jati diri, masih nyari the purpose of life. Ya, I think better late than never. Gue merasa masih jalan di tempat dibanding orang lain yang udah lari kesana-kemari. Gue masih stuck ditempat yang sama, dilingkungan yang sama, dihabitat yang sama, di comfort zone gue. Karena orang tua gue terlalu membatasi ruang gerak gue. I never blame them. I know, they wanna be good parents for me. Overprotective is mean that they love me. Cuma mungkin gue terkadang susah untuk meyakinkan mereka bahwa gue ingin melakukan apa yang gue suka. Just once tho.

Pada akhirnya gue hanya menghabiskan keseharian gue dengan menulis blog, baca berita di social media, nyari wadah (baca: komunitas atau organisasi) yang isinya orang-orang baik, kreatif dan pastinya peduli sama sosial. Gue banyak menemukan akun-akun bermanfaat di Instgaram maupun twitter atau kanal-kanal kreatif di Youtube. Gue “ketemu” banyak influencer disana. Kegiatan positif mereka yang gue ingin sekali hadir bersama mereka. But, I cant do that. Because I know my parents not allow me to join. Lalu gue bertemu Kelas Inspirasi Cirebon (KIC) lewat Instagram. Awalnya gue ikutan komunitas ini hanya ingin punya banyak kawan dan nambah pengalaman lalu sedikit ikut belajar memahami tujuan komunitas ini. Lalu akhirnya gue menyukai nya. Selain banyak bertemu orang baru juga komunitas ini masih ada hubungan nya dengan sosial. Lebih utamanya adalah bahwa komunitas ini memiliki tujuan yang keren yaitu menginspirasi banyak anak-anak akan pentingnya ilmu pengetahuan, akan penting nya sekolah, akan penting nya punya cita-cita setinggi mungkin. Terlepas dari siapa mereka atau latar belakang nya apa. Karena semua manusia berhak punya mimpi.

Meskipun gue gak bisa sepenuhnya hadir diacara-acara atau kegiatan penting yang diselenggarakan komuniats KIC ini, gue merasa bangga jadi bagian dari kaka-kaka hebat yang sudah lebih dulu “hidup” didalam komuintas ini. Telah banyak menginspirasi anak-anak di berbagai tempat. Komunitas ini telah membuat gue menemukan satu dari beberapa tujuan hidup gue. Bermanfaat untuk orang lain. Tak lupa juga, karena komunitas ini juga membawa gue kedalam dunia baru yaitu sosialisasi. Bagi manusia goa, manusia introvert, manusia cuek, bertemu dengan banyak orang asing membuat nyali gue ciut, males, kikuk karena gue tipikal manusia yang tidak mengerti bagaimana mengawali sebuah percakpan dengan orang asing.

Ketemu orang baru iu ternyata menyenangkan. Perbedaan sifat, sikap, dan kebiasaan yang sedikit banyak gue belajar bahwa hidup itu luas. Manusia itu banyak. Gak melulu yang itu-itu aja. Gak melulu yang begitu-begitu aja. Gak melulu yang haha-hihi aja. Masih banyak orang di dunia ini yang bisa diajak ngobrol tentang hidup. Masih banyak orang yang bisa diajak diskusi tentang hal yang berfaedah. Masih banyak orang yang peduli sama masa depan orang lain. Lalu selama ini gue masih egois dengan pikiran gue tentang masa depan yang gini-gini aja? Padahal orang lain malah banyak yang peduli dengan hidup orang lain.

Membahagiakan orang lain itu hal yang luar biasa. Menyemangati hidup orang lain itu keren. Menjadi bagian dari mereka yang butuh kehadiran kita itu sangat perlu. Bukan, bukan ikut campur. Hanya saja bertumbuh bersama mereka, belajar bersama mereka, berusaha berdiri dan bangkit meraih cita-cita bersama akan lebih menyenangkan dibanding hanya berjuang sendiri, memikirkan masa depan sendirian tapi bahkan kita tidak sama sekali memikirkan bisa bermanfaat buat sesama. Hidup kayak meaningless.

Diperjalanan gue mencari jati diri dan the purpose of life- mempertemukan gue dengan beberapa hal bahwa hidup musti bermanfaat untuk orang lain, sekecil apapun hal yang kita lakukan. Juga, hidup bukan melulu soal gue, gue dan gue. Tapi ada mereka yang masih menerima gue  untuk bergabung menjadi kita. Ada mereka yang siap mengajarkan gue bagaimana cara nya hidup, bagaimana caranya menemukan jati diri gue, dan bagaimana menemuka tujuan hidup gue.

Perjalanan ini bukan akhir atau pertengahan tapi awal. Dimana artinya masih banyak yang bakal Allah kasih ke gu, masih banyak pelajaran yang bakal gue dapet dari perjalanan hidup gue ini, masih banyak manusia yang bakal gue temuin diluar sana, sehingga nantinya bisa membentuk diri gue menjadi manusia yang seutuhnya. Manusia yang punya tujuan hidup sesuai apa yang Allah mau.

Baiklah, kawan-kawan. Hari ini segini dulu. Nanti gue lanjut lagi. Terimakasih sudah menyimak ocehan garing gue. Selamat malam.