Menjadi seorang yang masih hidup
mengikuti bagaimana arus yang sedang dibuat oleh Allah, gue banyak belajar
bahwa arus hidup itu misterius, banyak kejutan, banyak jalan, asik. Meskipun
terkadang adakalanya membosankan.
Sejak usia gue masih sebiji
jagung sampai di titik dimana gue udah
banyak dipusingkan dengan pertanyaan “Kapan Nikah?”-gue masih belum mengerti
sedang apakah gue? Mau jadi seperti apakah gue? Akan jadi sosok seperti apakah
gue?
Mungkin karena hidup gue terlalu
banyak di manage sama keinginan orang
tua yang gue cuma musti manut dan melakukan apa yang harus dilakukan tanpa tahu
apa yang sebenernya ingin gue lakukan. Mungkin gue agak terlambat di usia yang
sudah seharusnya faham mau ngapain. Gue malah masih nyari jati diri, masih
nyari the purpose of life. Ya, I think better late than never. Gue
merasa masih jalan di tempat dibanding orang lain yang udah lari kesana-kemari.
Gue masih stuck ditempat yang sama,
dilingkungan yang sama, dihabitat yang sama, di comfort zone gue. Karena orang tua gue terlalu membatasi ruang
gerak gue. I never blame them. I know,
they wanna be good parents for me. Overprotective is mean that they love me. Cuma
mungkin gue terkadang susah untuk meyakinkan mereka bahwa gue ingin melakukan
apa yang gue suka. Just once tho.
Pada akhirnya gue hanya
menghabiskan keseharian gue dengan menulis blog, baca berita di social media,
nyari wadah (baca: komunitas atau organisasi) yang isinya orang-orang baik,
kreatif dan pastinya peduli sama sosial. Gue banyak menemukan akun-akun bermanfaat
di Instgaram maupun twitter atau kanal-kanal kreatif di Youtube. Gue “ketemu” banyak influencer
disana. Kegiatan positif mereka yang gue ingin sekali hadir bersama mereka.
But, I cant do that. Because I know my
parents not allow me to join. Lalu gue bertemu Kelas Inspirasi Cirebon
(KIC) lewat Instagram. Awalnya gue ikutan komunitas ini hanya ingin punya
banyak kawan dan nambah pengalaman lalu sedikit ikut belajar memahami tujuan komunitas
ini. Lalu akhirnya gue menyukai nya. Selain banyak bertemu orang baru juga
komunitas ini masih ada hubungan nya dengan sosial. Lebih utamanya adalah bahwa
komunitas ini memiliki tujuan yang keren yaitu menginspirasi banyak anak-anak
akan pentingnya ilmu pengetahuan, akan penting nya sekolah, akan penting nya
punya cita-cita setinggi mungkin. Terlepas dari siapa mereka atau latar
belakang nya apa. Karena semua manusia berhak punya mimpi.
Meskipun gue gak bisa sepenuhnya hadir diacara-acara atau kegiatan penting yang
diselenggarakan komuniats KIC ini, gue merasa bangga jadi bagian dari kaka-kaka
hebat yang sudah lebih dulu “hidup” didalam komuintas ini. Telah banyak
menginspirasi anak-anak di berbagai tempat. Komunitas ini telah membuat gue
menemukan satu dari beberapa tujuan hidup gue. Bermanfaat untuk orang lain. Tak
lupa juga, karena komunitas ini juga membawa gue kedalam dunia baru yaitu
sosialisasi. Bagi manusia goa, manusia introvert, manusia cuek, bertemu dengan
banyak orang asing membuat nyali gue ciut, males, kikuk karena gue tipikal manusia yang tidak mengerti bagaimana
mengawali sebuah percakpan dengan orang asing.
Ketemu orang baru iu ternyata
menyenangkan. Perbedaan sifat, sikap, dan kebiasaan yang sedikit banyak gue
belajar bahwa hidup itu luas. Manusia itu banyak. Gak melulu yang itu-itu aja. Gak
melulu yang begitu-begitu aja. Gak melulu yang haha-hihi aja. Masih banyak
orang di dunia ini yang bisa diajak ngobrol tentang hidup. Masih banyak orang
yang bisa diajak diskusi tentang hal yang berfaedah. Masih banyak orang yang
peduli sama masa depan orang lain. Lalu selama ini gue masih egois dengan
pikiran gue tentang masa depan yang gini-gini aja? Padahal orang lain malah
banyak yang peduli dengan hidup orang lain.
Membahagiakan orang lain itu hal
yang luar biasa. Menyemangati hidup orang lain itu keren. Menjadi bagian dari
mereka yang butuh kehadiran kita itu sangat perlu. Bukan, bukan ikut campur.
Hanya saja bertumbuh bersama mereka, belajar bersama mereka, berusaha berdiri
dan bangkit meraih cita-cita bersama akan lebih menyenangkan dibanding hanya
berjuang sendiri, memikirkan masa depan sendirian tapi bahkan kita tidak sama
sekali memikirkan bisa bermanfaat buat sesama. Hidup kayak meaningless.
Diperjalanan gue mencari jati
diri dan the purpose of life- mempertemukan
gue dengan beberapa hal bahwa hidup musti bermanfaat untuk orang lain, sekecil
apapun hal yang kita lakukan. Juga, hidup bukan melulu soal gue, gue dan gue.
Tapi ada mereka yang masih menerima gue
untuk bergabung menjadi kita. Ada mereka yang siap mengajarkan gue
bagaimana cara nya hidup, bagaimana caranya menemukan jati diri gue, dan
bagaimana menemuka tujuan hidup gue.
Perjalanan ini bukan akhir atau
pertengahan tapi awal. Dimana artinya masih banyak yang bakal Allah kasih ke
gu, masih banyak pelajaran yang bakal gue dapet dari perjalanan hidup gue ini,
masih banyak manusia yang bakal gue temuin diluar sana, sehingga nantinya bisa
membentuk diri gue menjadi manusia yang seutuhnya. Manusia yang punya tujuan
hidup sesuai apa yang Allah mau.
Baiklah, kawan-kawan. Hari ini
segini dulu. Nanti gue lanjut lagi. Terimakasih sudah menyimak ocehan garing
gue. Selamat malam.