Mencari Jati Diri
(Bagaimana caranya meyakinkan orang tua?)
Kemarin gue sudah membahas tentang apa yang terjadi dalam hidup gue beberapa hari kebelakang. Semua yang terjadi membuat gue menemukan jalan terang untuk bisa mencari jati diri, menentukan jalan hidup gue mau dibawa kemana.
Diawal gue memasuki usia dewasa. Jujur, gue masih shallow tentang hal yang berbau Masa depan. Why? Padahal gue kuliah yang kata kebanyakan orang, you know- udah punya masa depan yang cerah. hmm... But, I dont think so. Bagi gue, sekolah setinggi apapun kalau kita masih meraba-raba jalan apa yang bakal diambil, step by step apa yang musti nya sudah dipersiapkan, yaa at the end of the day bakal bingung juga.
Justru jalan hidup itu gue temukan seusai gue lulus kuliah. Pas kuliah, boro-boro gue punya ancang-ancang hidup kedepan mau seperti apa. Gue gak bolos pas ngampus aja udah bersyukur.
Banyak yang bilang, "The real of life is when you are end of your college"
and that's true. Pas, gue lulus tiba-tiba aja pikiran gue nge-switch otomatis gitu.
"Gue mau kemana sekarang?"
"Apa yang mau gue lakuin dulu nih?"
"Gue mau kerja dimana nih?"
"Kalau ngelamar kerja masih belum dapet panggilan, gimana nih?"
#1
Bulan lalu, gue pergi ke Jogja. For the first time, I go there alone without my parents. cause I always go anywhere with them before. Gue mau cerita sedikit tentang bagaimana gue dibesarkan dilingkungan yang overprotective, over-worried, over segala-galanya. I know, All they do is because They care to me and I am just a girl who dont know anything about this world, how the world works. Mungkin disatu sisi gue adalah seorang perempuan yang banyak memiliki peluang untuk "diganggu" atau karena memang pada umumnya perempuan harus memiliki perlindungan ekstra. Oke, gender is here.
Gue sangat ingin diberikan kepercayaan untuk bisa hidup mandiri dan menentukan jalan hidup gue sendiri. Tapi, itu susah dan butuh waktu yang sangat lama sampai akhirnya gue bisa diperbolehkan pergi sendiri ke jogja. Orang tua itu butuh pembuktian bukan sekedar omongan belaka. Ketika gue cuma bercerita tentang keinginan gue pergi ke jogja seorang diri, orang tua tidak pernah mengizinkan. Tapi, ketika kemarin gue memberanikan diri untuk sampai akhirnya tiba di jogja dengan selamat dan kembali dengan sehat. Perlahan mereka bisa memberikan separuh kepercayaan ke gue.
Awalnya hanya untuk liburan. Karena gue sangat ingin berlibur ke luar kota sejak lama. Kedua kalinya gue ke jogja untuk melatih keberanian gue, untuk mencoba keberuntungan gue, untuk melatih diri gue berani dalam mengambil segala keputusan untuk diri gue sendiri tanpa turut campur orang tua. Gue rasa yang dibutuhkan kali ini adalah doa dan kepercayaan sepenuhnya dari mereka. Setelah itu gue selalu yakin keberuntungan akan selalu menyertai hidup gue.
Gue memang belum mapan. I dont have anything except DREAM, HOPE and PRAY.
Tapi, gue bangga dengan diri gue sendiri karena gue sudah bisa sedikit demi sedikit meyakinkan orang tua bahwa gue bisa hidup mandiri. Gue bisa berkelana seorang diri. Gue bisa menentukan jalan mana yang bakal gue tempuh. Gue sudah tidak lagi terikat dengan semua rules yang orang tua buat untuk hidup gue.
Susah. Sangat. But, I will try to do it by myself.
Bulan lalu, gue pergi ke Jogja. For the first time, I go there alone without my parents. cause I always go anywhere with them before. Gue mau cerita sedikit tentang bagaimana gue dibesarkan dilingkungan yang overprotective, over-worried, over segala-galanya. I know, All they do is because They care to me and I am just a girl who dont know anything about this world, how the world works. Mungkin disatu sisi gue adalah seorang perempuan yang banyak memiliki peluang untuk "diganggu" atau karena memang pada umumnya perempuan harus memiliki perlindungan ekstra. Oke, gender is here.
Gue sangat ingin diberikan kepercayaan untuk bisa hidup mandiri dan menentukan jalan hidup gue sendiri. Tapi, itu susah dan butuh waktu yang sangat lama sampai akhirnya gue bisa diperbolehkan pergi sendiri ke jogja. Orang tua itu butuh pembuktian bukan sekedar omongan belaka. Ketika gue cuma bercerita tentang keinginan gue pergi ke jogja seorang diri, orang tua tidak pernah mengizinkan. Tapi, ketika kemarin gue memberanikan diri untuk sampai akhirnya tiba di jogja dengan selamat dan kembali dengan sehat. Perlahan mereka bisa memberikan separuh kepercayaan ke gue.
Awalnya hanya untuk liburan. Karena gue sangat ingin berlibur ke luar kota sejak lama. Kedua kalinya gue ke jogja untuk melatih keberanian gue, untuk mencoba keberuntungan gue, untuk melatih diri gue berani dalam mengambil segala keputusan untuk diri gue sendiri tanpa turut campur orang tua. Gue rasa yang dibutuhkan kali ini adalah doa dan kepercayaan sepenuhnya dari mereka. Setelah itu gue selalu yakin keberuntungan akan selalu menyertai hidup gue.
Gue memang belum mapan. I dont have anything except DREAM, HOPE and PRAY.
Tapi, gue bangga dengan diri gue sendiri karena gue sudah bisa sedikit demi sedikit meyakinkan orang tua bahwa gue bisa hidup mandiri. Gue bisa berkelana seorang diri. Gue bisa menentukan jalan mana yang bakal gue tempuh. Gue sudah tidak lagi terikat dengan semua rules yang orang tua buat untuk hidup gue.
Susah. Sangat. But, I will try to do it by myself.

No comments:
Post a Comment