we called "Gengges Tralala Trilili". (diambil dari grup watsap kita)
geng? gue rasa bukan.
Kita ini SAHABAT. bukan geng yang harus se-tipe, se-derajat, se-tujuan, se-prinsip, se-segala nya. Kita berbeda satu sama lain. hal ini yang bikin kita sama. Dari setiap perbedaan dan dari setiap pemikiran yang berbeda. Dengan banyak nya kepala dijadikan satu membuat kita perlahan menemukan keselarasan, kenyamanan, kesetiaan, layaknya saudara kandung. Sekalipun kita berbeda prinsip dan tujuan hidup.
Bagi gue...
Mereka adalah inspirasi terbesar. Banyak hal yang bisa gue pelajarin gimana cara hidup yang "bener". Role model kita bukan hanya Orang Tua, Sahabat atau bahkan orang yang baru kita temuin bisa kita jadikan Role Model selagi positif. why Not??
Dari setiap mereka punya kisah, punya cara, punya semangat, punya hal positif yang bisa gue ambil. Mereka membuat gue selalu sadar bahwa dunia ini ga sekecil biji kacang, dunia ini ga sesempit pikiran gue, dunia ga melulu soal materi, dunia ga melulu soal siap lo-siapa gue, tapi dunia ini adalah tempat dimana lo bisa melakukan hal yang lo suka, dunia ini adalah ladang dimana lo nyari beukel buat tabungan di akhirat, dunia ini adalah tempat dimana lo punya kesempatan at least buat bersyukur.
Bagi gue...
Manusia kaya mereka adalah manusia yang ajaib.
why? Karena mereka masih mau mengerti gue yang nyebelinnya. super duper ga banget. Entah mereka menerimanya karna yaa terpaksa, gue tetep bersyukur. Karna selama ini gue menganggap mereka tulus mengerti gue.
Hampir 7 taun kita saling mengerti, saling share masalah satu sama lain. Kita tetep sama. Walaupun status kita masing-masing berbeda, profesi kita berbeda-beda, dipisahkan oleh jarak, tapi Kita tetap Kita yang dulu. Para Makhluk yang polos, makhluk yang ceplas-ceplos, makhluk yang sederhana, makhluk yang Koret, Makhluk yang suka gratisan, makhluk yang selalu banyak komentar, makhluk yang kepo, makhluk yang lebay, dan makhluk yang apa adanya.
Mengerti.
Adalah sikap yang kita pake untuk menghargai setiap keputusan yang diambil oleh masing-masing kita. Ini pula yang membuat kita bertahan selama itu. Sebuah Relation tanpa pengertian adalah omong kosong.
Ketika kumpul, menyesuaikan jadwal adalah kebiasaan kita agar kita bisa kumpul utuh. Meski harus merelakan hal ini-itu. Menunggu dengan ikhlas sering kita lakukan demi keutuhan hubungan persahabatan ini. sekuat mungkin kita menahan ego agar tidak terjadi pertengkaran.
Ke-asik-an yang selalu kita buat sendiri. Meski harus mengganggu orang-orang sebelah. doesnt matter. yang penting kita Happy.
bagi gue...
Mereka, manusia yang selalu ingin gue temuin pas gue punya banyak waktu luang. walau cuma 30 menit atau bahkan beberapa detik. gue merasa bahagia. Mereka, manusia yang gue ingin selalu tau kabar nya. Mereka separuh jiwa gue.
Setidaknya gue masih punya tempat untuk berteduh selain rumah gue. Ya. Kalian. Rumah kedua gue.
Akhirnya, selama bertaun-taun gue hidup, masih ada segelintir orang yang bisa percaya, dan bisa mengandalkan gue.



No comments:
Post a Comment