Monday, July 24, 2017

Hijrah (Bercerita)

Tidak ada unsur dan niatan apapun. gue disini hanya ingin sedikit cerita dan beropini tentang hijrah yang lagi "hits" dimasa ini.

Hijrah.

Sesuatu yang lagi viral sekarang ini. Hijrah identik dengan berpakaian syar'i. Ok. Apakah hanya orang  berpakaian syar'i yang boleh dikatakan sudah berhijrah?

Hijrah secara umum diartikan berpindah. Orang yang tadinya malas kemudian ia menjadi rajin, gue rasa itu bisa diartikan hijrah. Berpindah dari sesuatu hal yang buruk ke sesuatu hal yang lebih baik.

"Lalu bagaimana dengan orang yang berpakaian syar'i tapi masih memposting kebersamaan dengan lawan jenis yang bukan mahrom nya? Apakah masih bisa dikatakan sudah berhijrah?"

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat annoying sekali dikuping gue. Manusia jaman sekarang kalau tidak komentar, tidak kepo, tidak bergunjing satu sama lain disebut nya ga kekinian. So, Pertanyaan nya adalah hijrah itu urusan siapa sih? Kenapa penting sekali kita men-screening hidup orang lain? Bisakah kita lebih "egois" terhadap hidup orang lain?

Manusia tak luput dari sifat salah faham. Ketika si Manusia satu niatnya adalah karena peduli tapi si Manuisa lain mengganggap itu sesuatu yang sangat mengganggu. Nah, mungkin hal nya seperti Kita yang merasa risih dengan orang-orang yang berpakaian syar'i masih berpacaran, atau yang mengaku sudah hijrah tapi masih punya sikap yang engga baik lalu kemudian kita menggunjing, men-judge, atau bahkan sampai menceramahi mereka dengan alasan mengingatkan. Tidak semua orang menerima maksud baik kita. Ok. balik lagi ke hijrah.

Hijrah adalah sesuatu yang sangat kompleks menurut gue. Banyak sekali hal-hal yang bisa kita artikan sebagai berhijrah. Hijrah bukan selalu diartikan memakai pakaian syar'i eventhough salah satu dari sekian banyak hal tentang berhijrah ada si pakaian syar'i ini. Sebetulnya manusia punya banyak cara untuk berhijrah. Hijrah bukan hal yang instan. Sama halnya, ketika kita ingin pintar atau ingin kaya, pasti banyak proses yang bakal dihadapin dan setiap proses nya itu berbeda antara si manusia satu dengan yang lain.

Gue pernah baca di Instagram, seorang ustadz pernah bilang bahwa hijrah itu bisa dari hal yang paling dekat dengan kita, contohnya berbakti kepada kedua orang tua. Nah, pernyataan si ustadz membuat gue mikir, ternyata dari hal sederhana itu gue bisa mulai berhijrah. Daripada kita terus menerus mikir kalau hijrah itu harus diawali dengan berpakain syar'i. Pertanyaannya mau kapan kita mulai berhijrah sedangkan kita tahu bahwa memakai pakaian syar'i tidaklah mudah bagi setiap orang. Kalau gitu kita ga hijrah-hijrah dong.

Mulailah berhijrah dari hal yang kiranya lebih mampu dilakukan oleh setiap kita. Bukankah kita tahu, as a muslim, Ridhollahu fii Ridholwalidain yang memiliki arti bahwa ridhonya Allah ada pada Ridho nya orang tua. Yang berarti pula, ketika kita berhijrah dimulai dari berbuat baik kepada orang tua, yakinlah kalau dari sini kita akan mendapatkan kemudahan untuk melakukan hijrah-hijrah yang lain. Hijrah as simple as like that, boy. 

Hijrah itu bukan Trend. Hijrah itu bukan ajang pengakuan. Hijrah itu bukan sesuatu yang musti diteriakkan dengan lantang. Hijrah adalah soal keyakinan. Seperti sebuah janji pada Tuhan. Hijrah bukan topik untuk dijadikan update-an status di sosial media. Yang harus kita tunjukkan pada dunia ini, pada orang-orang sekitar adalah hasil dari berhijrah. Perbuatan. Berbuatlah lebih banyak kebaikan yang bisa bermanfaat untuk orang banyak. Dengan sendirinya kita sudah berhijrah. Meskipun orang tidak tahu bahwa kita sedang berproses untuk melakukan hijrah. Biarkan hanya Allah SWT yang tahu niatan kita.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata : "Tak perlu menjelaskan dirimu pada siapapun. Karena yang menyukaimu tak butuh itu, dan yang membencimu tak percaya itu."

Itulah kenapa gue bilang Hijrah bukan hal yang butuh pengakuan. Ketika menjelaskan pada orang lain bahwa kita akan mulai berhijrah tidak semua orang akan mengganggap niatan kita sebagai niatan yang positif. you know what I mean, dude. 

Biarin manusia lain merasakan feedback  berhijrahnya kita tanpa harus mengetahui kalau kita sedang berhijrah. Akan lebih fokus juga akhirnya pada tujuan kita, tanpa harus mendengarkan gunjingan-gunjingan orang diluar sana.

Selamat berhijrah.

No comments:

Post a Comment