Wednesday, August 2, 2017

Celotehan "Garing" ( Pertanyaan Klise )

Gue mulai dari mana ya?

Ok. Gue mulai dari status. I mean, Seberapa penting status dimata orang-orang?

Yang gue bahas itu bukan status secara global, lebih spesifik. Status diri. Like, Single? Or Double? or triple? Bukan. Sorry kalau tetiba ngawur.

In this case, Gue mau bahas status as a Jomblo. Manusia yang terlihat mengenaskan karena tidak punya sandaran hati, tidak punya gandengan hanya untuk menghadiri nikahan teman, tidak punya cukup bahan "pamer" untuk di share di media sosial like kebanyakan manusia pada umumnya. But, I dont think so. If you think that Single as poor as like that. You guys are wrong at all. 

Beralih ke pertanyaan klise, celotehan garing manusia jaman sekarang. Why people always ask me about boyfriend? 

"Do you have boyfriend?" people said.

"No, I dont." I said. 

Dan ketika gue manjawab bahwa gue tidak punya pacar sama sekali, people like (ekspresi) "Sure? Di jaman yang se-modern ini masa iya enggak punya pacar?"

Who cares? Memang nya masalah banget kalau gue ga notice sama pacaran? Sepenting itukah status pacar dalam hidup seseorang? Sehingga patut untuk dipertanyakan? Sorry, bukan gue merasa sewot dengan orang-orang yang bertanya perihal sesuatu klise itu. hanya saja bagi gue, masih banyak pertanyaan berfaedah yang bisa dilontarkan ke diri gue.

Membahas masalah jomblo. Surely, Gue merasa bangga sama diri gue yang masih single ini. Di jaman sekarang, akan terasa aneh kalau kita hidup tanpa ada nya si pacar. Anak SD aja udah kenal pacaran. Apa kabar masa SD gue yang cuma kenal sama maenan lompat tali?

Dikarenakan jaman yang sudah menganggap "Lumrah" si pacaran ini membuat banyak remaja "mengidap" penyakit galau. Penyakit yang bisa merusak segala-galanya. Bahkan masa depan pun bisa rusak hanya gara-gara galau. It's funny enough, dude. 

Pacar. Pacaran. Kompleks sih. Pro Kontra. Banyak.

Cukup sampai sini buat bahas masalah pacar.

Okeh. Gue rasa orang-orang yang baca udah mulai mikir atau sewot sama pernyataan gue.

Kalau kalian berfikir karena gue jomblo, terus gue terasa tidak welcome dengan orang-orang yang punya pacar. No. That's your choice. Gue juga punya prinsip dan pilihan. Gue tidak harus men-judge atau mengintimidasi orang-orang yang punya pacar. For what? Ga ada opportunity nya sama sekali buat gue.

Gua hanya mencoba menjelaskan arti status pacar dari sudut pandang gue. Karena gue merasa annoying dengan pertanyaan-pertanyaan "garing" yang kerap kali terdengar di kuping gue. Hanya berusaha memberi pengertian kepada orang-orang, Gue bangga dengan gue yang sendiri ini. Gue tidak terlihat sangat kasian hanya karena tidak punya pacar. Intinya, I dont like when you ask me about boyfriend. 

Jomblo itu prinsip, boy.

Gue tidak mengintimidasi orang-orang yang punya pacar, Kenapa jomblo diperlakukan seperti itu? why? Mungkin banyak juga jomblo yang bodo amat. Tapi, bagi gue annoying sih. Lagi, gue merasa orang-orang terlalu men-screening hidup orang lain as always. Walaupun niat nya cuma iseng, tapi ya menurut gue tetep, hal itu sensitif sekali buat dibahas bagi beberapa orang.

Satu lagi, pertanyaan klise dan terdengar garing. "Kapan Nikah?"

Okey. Lebih annoying sih buat gue as Jomblo.

Tidak cukup kalian bertanya 'Pacar'. Lalu sekarang apa, 'Nikah?' Perasaan nya dimana?

Jaman sekarang lagi-lagi, Nikah udah berasa ajang lomba lari. Gue tidak henti-henti nya dapat undangan nikahan. Keren sih. Yang membuat gue kurang faham adalah orang-oramg yang iri dengan teman nya yang nikah. Terus berusaha melakukan hal yang sama. Memang, jika sudah yakin maka segerakan. Tapi tidak dengan terburu-buru hanya karena ingin menyamai teman nya atau bisa upload foto nikahan.

Nikah itu butuh prepare. Lahir maupun batin. Bukan kayak beli martabak yang kapanpun bisa dilakukan. Gue banyak membaca, melihat dan mendengar orang-orang yang menikah di usia muda dengan hasil kerja keras sendiri, dari keringat sendiri tanpa menyusahkan orang tua.

Mereka yang memutuskan menikah sudah meyakinkan diri untuk bisa hidup mandiri. Diawali dengan membiayai sendiri pernikahan nya. Hebat sih. Bahkan beberapa dari mereka ada yang masih menyandang status mahasiswa, yang kerennya lagi mereka membiayai sendiri kuliah nya.

Mereka yang memutuskan menikah, harus siap dengan segala tanggung jawab yang ada. Ga ada lagi tuh perkara balik ke rumah orang tua cuma gegara hal sepele. Meminta saran sih masih boleh lah ya. (lagi, ini sudut pandang gue perihal menikah)

Buat manusia jomblo, Nikah biasanya hal yang sangat pelik buat dibahas. Ke-baper-an sering melanda kaum ini. Berangan-angan adalah hal yang sering dilakukan oleh segelintir manusia jomblo ini. Termasuk gue. Tapi, balik lagi. Kita musti banget sadar kalau kita masih harus berusaha memantaskan diri sebelum bertemu jodoh. that's why kita masih jomblo. Ga usah iri sama kebahagiaan orang lain. Setiap orang punya waktu nya masing-masing buat bahagia.

Jadi Jomblo memang serba salah.

No comments:

Post a Comment